Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Beberapa Cara Dalam Mendidik Anak https://ift.tt/2Agca30
Tribratanews.kepri.polri.go.id – Memiliki anak-anak yang baik, patuh, cerdas dan religius merupakan sebuah harapan besar bagi para orang tua. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua wajib mendidik anak-anak kita sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggaan bagi orang tua. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar? Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk memaparkan caranya untuk anda.
Sebagai orang tua tentu harus dapat memberikan bimbingan serta arahan yang tepat agar ia menjadi manusia yang baik dan berakhlak mulia sebagaimana yang kita inginkan kelak saat mereka telah dewasa.
Usia 0 tahun merupakan masa-masa yang kritis bagi perkembangan otak sang anak. Pada tahap inilah anak mengalami masa-masa keemasan dimana perkembangan otaknya terjadi dengan cepat dan pesat. Pada masa ini bahkan otak anak memiliki kemampuan untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru lebih cepat dari anak yang berusia 3 tahun. Oleh sebabnya, anda jangan sampai salah dalam mendidik maupun memberikan contoh-contoh bagi putra-putri anda.
Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik.
• Ajarkan kemandirian dan tanamkan rasa tanggungjawab kepada anak sejak usia dini.
Sebaiknya janganlah terlalu berlebihan mencemaskan dan mengkhawatirkan anak atau ofer protektif. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Namun cobalah untuk mempercayai buah hati anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.
Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain.
• Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini.
Pada usia yang masih anak-anak mereka merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Sebagai orang tua anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut.
Namun jika anak anda merupakan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya.
• Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat aak sejak dini.
Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Sebagai contoh kita bisa memberi respon yang baik dan positif ketika anak berpendapat dengan memberi pujian positif meski pun pendapat yang dikemukakan asal-asalan.
• Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati dan empati.
supaya anak tumbuh menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain maka ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita.
Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.
Sebagai contoh, ketika ada pengemis yang datang ke rumah anda, mintalah anak anda untuk memberikannya.
• Berikanlah sikap toladan yang baik.
Sebagai orang tua kita harus bisa bersikap sempurna dihadapan anak-anak kita. Sebab orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.
didalam mendidik anak harus benar-benar matang dan jangan lupa berikanlah perhatian yang cukup. Jangan berlebih dan jangan kurang, sebab keduanya tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.
• Bangun kreatifitas dengan bermain bersama
Mengajarkan anak bukan berarti harus selalu membuat “peraturan-peraturan baru” yang tidak menyenangkan baginya, akan tetapi juga bisa dengan cara bermain bersama. Biarkan ia mempelajari sesuatu dari Anda dengan cara-cara yang jauh lebih menyenangkan seperti bermain, menari atau bermain musik bersama.
• Ajarkan untuk meminta maaf
Meminta maaf atas sebuah kesalahan adalah tindakan yang mulia dan kesatria. Ajarkanlah anak Anda untuk mau meminta maaf untuk kesalahan yang mungkin ia lakukan terhadap teman sebayanya agar ia menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah tindakan yang kurang terpuji.
• Jangan ditakut-takuti
Orang tua biasanya cenderung mengambil “jalan pintas” yang mudah. Selain berbohong, orang tua juga biasanya kerap menakut-nakuti anak agar anaknya mau menurut dengan segera. Ini adalah perilaku orang tua yang keliru karena selain bisa menjadi semacam trauma saat ia dewasa, hal ini juga mengakibatkan anak menjadi tidak mandiri sehingga dapat mengurung kreatifitasnya.
• Jangan berkata keras dan mengancam
Banyak orang bilang anak itu tidak bedanya seperti kertas putih yang kosong. Baik atau tidaknya anak juga tergantung dari yang diajarkan orang tua kepadanya. Oleh sebabnya cobalah untuk sebisa mungkin menghindari perkataan yang keras, mengancam atau bahkan meneriaki sang anak. Apabila perilaku anak mungkin terkesan nakal atau bandel, cobalah untuk menahan emosi Anda dan katakan dengan lembut serta bijaksana.
Penulis : Yolan
Editor : Edi
Publish : Tahang
from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2JTNtsI
via
via Blogger https://ift.tt/2JUoZzC
via Blogger https://ift.tt/2AgU4hI
via Blogger https://ift.tt/2LprjnZ
via Blogger https://ift.tt/2v76oev
via Blogger https://ift.tt/2LM5GdB
via Blogger https://ift.tt/2uSQFAd
via Blogger https://ift.tt/2mIExgJ
via Blogger https://ift.tt/2LFpFhd
via Blogger https://ift.tt/2vg665d
via Blogger https://ift.tt/2LHjzwM
via Blogger https://ift.tt/2LPipfO
via Blogger https://ift.tt/2AfQmog
via Blogger https://ift.tt/2OiWOhf
via Blogger https://ift.tt/2LFTgY5
via Blogger https://ift.tt/2AbkUra
via Blogger https://ift.tt/2LXzBj1
via Blogger https://ift.tt/2Ag4xdf
via Blogger https://ift.tt/2uTKRGQ
via Blogger https://ift.tt/2LW5kBi
via Blogger https://ift.tt/2LUMaLY
via Blogger https://ift.tt/2AhxtBh
via Blogger https://ift.tt/2LL3aaP
via Blogger https://ift.tt/2uUlWDc
via Blogger https://ift.tt/2LwMG6X
via Blogger https://ift.tt/2Lyanf1
via Blogger https://ift.tt/2NTUr3E
via Blogger https://ift.tt/2LJlqS4
via Blogger https://ift.tt/2mSkLQc
via Blogger https://ift.tt/2LJ8gV2
via Blogger https://ift.tt/2mOu2bI
via Blogger https://ift.tt/2LZkkyv
via Blogger https://ift.tt/2NSR9xm
via Blogger https://ift.tt/2LRLZVi
via Blogger https://ift.tt/2LZTd6d
Tidak ada komentar