Header Ads

Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J

Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J
Penerapan Polisi Sipil Dalam Polri https://ift.tt/eA8V8J

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Polri telah memulai reformasi melalui redefinisi, reposisi, dan restrukturisasi kelembagaan menuju paradigma baru Polri dengan melakukan demiliterisasi dan kembali kepada tugas pokoknya dan memantapkan serta meningkatkan pelayanan / pengayoman / perlindungan masyarakat secara profesional, penegakan hukum, dan mewujudkan Kamtibmas yang kondusif.

Paradigma Polri sejak zaman penjajahan sampai sekarang mengalami perubahan-perubahan dari yang semula tugas Polri sebagai alat penguasa pada awal kemerdekaan, kemudian menjadi Polri yang bersikap otoriter dan arogan pada jaman Orde Lama dan Orde Baru. Selanjutnya pada masa transisi Orde Baru menuju Era Reformasi berubah menjadi aparat pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, aparat kamtibmas, serta penegak hukum, sebagaimanan tertuang dalam UU No. 2 tahun 2002 tentang Polri.

Kemandirian Polri yang diawali dengan pemisahan dari ABRI sejak tanggal 1 April 1999, sebagaimana yang diamanatkan dalam TAP MPR No. VI dan VII Tahun 2000 harus dipandang sebagai salah satu fase dari proses reformasi di tubuh Polri. Langkah awal ini perlu disikapi secara arif agar dapat menjadi landasan yang kokoh guna mewujudkan Polri sebagai abdi negara yang profesional dalam tatanan kenegaraan Republik Indonesia yang demokratis. Dalam era reformasi saat ini, Polri telah menegaskan diri menetapkan polisi sipil sebagai paradigma baru Polri sehingga tentunya harus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan nyata para personil Polri di seluruh wilayah Indonesia.

Paradigma Polisi Sipil harus dipraktekkan oleh setiap anggota Polri di tingkat KOD dalam setiap pelaksanaan tugas di tengah masyarakat. Anggota Polri harus berpegang pada nilai-nilai profesionalisme, disiplin, etika, dan kode etik profesi Polri sehingga dapat menampilkan wajah Polri yang humanis dalam rangka mengakselerasi reformasi Polri.

Polisi Sipil Sebagai Paradigma Baru Polri

Chaeuddin Ismail (2001) menjelaskan bahwa kata paradigma dapat diartikan sebagai model contoh, peta (map), pola (pattern), teori (theory) atau kerangka pikir (frame of thinking). Paradigma juga tidak dapat dilepaskan dari sikap (attitude) dan perilaku (behavior). Paradigma juga dapat dianalogikan dengan bingkai kacamata, dimana sikap adalah lensanya dan perilaku adalah apa yang terkait dengannya. Sikap berperan sebagai pilar, sedangkan perilaku sebagai bangunan yang merupakan implementasinya.

Paradigma baru Polri adalah mendasarkan pada nilai-nilai polisi sipil. Polisi yang berwatak sipil mengandung makna bahwa dalam menjalankan pekerjaannya tidak boleh menyebabkan manusia kehilangan harkat dan martabat kemanusiaannya. Polisi Sipil menghindari cara-cara anarkisme, seperti pemaksaan dan kekerasan dalam menjalankan tugas pokok Polri dan menggunakan cara-cara yang manusiawi dan bermartabat sesuai dengan harapan masyarakat.
Dengan kata lain, dalam menjalankan pekerjaannya Polri harus melibatkan dimensi moral yang kental. Karena itu, Polisi Sipil berkaitan erat dengan ”etika”, sikap dan perilaku, yang hanya mungkin digeser dengan menerapkan paradigma baru. (Chaerudin Ismail, 2001). Polisi Sipil memegang teguh pada nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dmeokrasi, menjunjung tinggi HAM, dan berwatak protagonis.

Wajah Polri Di Tingkat KOD Saat Ini

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa wajah Polri di tingkat KOD (Komando Operasional Dasar) masih dipersepsikan oleh masyarakat menampilkan kinerja dan perilaku yang dinilai buruk dan jauh dari nilai-nilai Polisi Sipil. Masyarakat masih menilai bahwa sebagian anggota Polri masih belum memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan/humanisme dalam melaksanakan tugas. Sering terdengar komplain masyarakat yang melaporkan adanya pemukulan, penganiayaan, pemerasan, dan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri hanya gara-gara masalah yang bersifat sepele, seperti salah paham, rebutan pacar, cinta segitiga, dan lain-lain.

Dalam penanganan unjuk rasa pun, masih ada oknum anggota Polri yang melakukan pemukulan dan penembakan terhadap para pengunjuk rasa secara kasar dan berkata tidak semestinya sehingga sangat mencoreng citra Polri. Pendekatan yang masih bersifat militeristik, arogan, kasar, dan kurang manusiawi masih melekat pada anggota Polri. Hal ini tentunya sangat bertentangan nilai-nilai polisi sipil yang saat ini sedang dicanangkan oleh Polri sebagai paradigm baru.

Selanjutnya masyarakat masih menilai bahwa sebagian anggota Polri di tingkat KOD belum menjadi aktor yang bersifat protagonis, melainkan menjadi aktor yang dianggap antagonis. Anggota Polri di tingkat KOD belum mampu menempatkan diri sebagai mitra, teman dan kolega ketika berada di tengah masyarakat. Anggota Polri di tingkat KOD masih menampilkan diri sebagai sosok polisi yang kaku, kelas nomor satu, dan menganggap diri sebagai tinggi status sosialnya di masyarakat.

Penggunaan kekuatan masih menonjol dibandingkan dengan pengutamaan sikap dan perilaku yang humanis. Masih ada pemihakan dan pilih kasih dalam melayani masyarakat. Masyarakat masih menganggap bahwa bersama Polisi atau didatangi polisi sebagai sesuatu yang menakutkan, menyeramkan dan merasa ada yang salah. Polisi dinilai oleh masyarakat masih menampilkan wajah militeristik dan belum mampu melahirkan wajah yang humanis di tengah masyarakat.

Aktualisasi Nilai-Nilai Polisi Sipil

Aktualisasi nilai-nilai polisi sipil di tingkat KOD (Komando Operasional Dasar) guna melahirkan wajah Polri yang humanis dalam rangka terwujudnya paradigma baru Polri dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pimpinan KOD melakukan sosialisasi nilai-nilai Polisi sipil secara rutin kepada seluruh Personil Polri di tingkat KOD sehingga personil KOD dapat memahami hakekat paradigma baru polisi sipil.
  • Pimpinan KOD membuat buku saku aktualisasi dan penerapan nilai-nilai polisi sipil dalam pelaksanaan tugas pokok polri sehari-hari sehingga dapat dibawa dan dibaca setiap saat oleh anggota Polri di tingkat KOD.
  • Pimpinan KOD memberikan suritauldan dan contoh nyata praktek riel aktualisasi nilai-nilai polisi sipil yang dapat dilihat dan dicontoh oleh anggota / bawahannya.
  • Pimpinan KOD menegakkan “punishment” secara tegas kepada personil Polri di tingkat KOD yang dianggap atau terbukti melakukan tindakan dan perbuatan tidak sesuai dengan nilai-nilai polisi sipil.
  • Pimpinan KOD memberikan “reward” kepada setiap anggota Polri yang dinilai telah melaksanakan dan mengaktualisasikan nilai-nilai polisi sipil dalam pelaksanaan tugas.
  • Pimpinan KOD harus mendorong anggota Polri untuk menampilkan sikap dan tindakan yang sopan, ramah, santun, beretika dan bermoral dalam melayani masyarakat, memelihara keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum.
  • Pimpinan KOD harus mendorong anggota Polri untuk menampilkan sosok anggota Polri yang suka menolong, simpatik, patuh hukum, loyal, taat dan memegang teguh etika profesi Polri ketika melakukan interaksi dengan masyarakat.
  • Pimpinan KOD harus mendorong anggota Polri untuk menampilkan perilaku yang rendah hati, supel, luwes, dan adaptabel ketika menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan tugas pokok Polri.
  • Pimpinan KOD harus mendorong anggota Polri untuk menampilkan profesionalisme, kualitas dan kompetensi ketika melakukan komunikasi, koordinasi, diskusi dan silaturahmi dengan instansi lintas sektoral.

Polisi sipil merupakan paradigma baru di era reformasi yang harus dipegang teguh oleh seluruh anggota Polri. Sebagai paradigma baru, polisi sipil menekankan pada nilai-nilai etika, sopan santun, tata krama, penghormatan terhadap hukum, HAM, demokrasi, humanisme dan protagonis. Sikap dan perilaku anggota Polri diharapkan mencerminkan watak sipil, dan berupaya sekuat tenaga untuk menghilangkan watak militer yang telah melakat pada diri anggota Polri selama 32 tahun masa Orde Baru.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa wajah Polri di tingkat KOD masih kental nuansa militeristik. Dalam melaksanakan tugas, sebagian anggota Polri masih bersikap kasar, keras, mengabaikan nilai-nilai humanis, dan melanggar HAM. Masih sering terdengar di media cetak dan elektronik oknum anggota Polri menyiksa dan menganiaya warga masyarakat sehingga menimbulkan antipati di tengah masyarakat.

Upaya mengaktualisasikan nilai-nilai polisi sipil guna melahirkan wajah Polri yang humanis dalam rangka terwujudnya paradigm baru Polri dilakukan dengan melakukan sosialisasi, keteladanan, kepemimpinan dan ketegasan pimpinan KOD sehingga setiap anggota Polri di tingkat KOD akan dapat berpikir, bertindak dan berbuat dengan berlandaskan pada paradigma baru polisi sipil.

Penulis : Gilang

Editor : Edi

Publish : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2LxZxVv
via
via Blogger https://ift.tt/2LN97AV

via Blogger https://ift.tt/2OiCMDs

via Blogger https://ift.tt/2OgDSjq

via Blogger https://ift.tt/2LAiLKk

via Blogger https://ift.tt/2AgU1T4

via Blogger https://ift.tt/2Lprekb

via Blogger https://ift.tt/2v8H3ka

via Blogger https://ift.tt/2LzHjDh

via Blogger https://ift.tt/2uSaw2z

via Blogger https://ift.tt/2OlnTQX

via Blogger https://ift.tt/2mHwcdg

via Blogger https://ift.tt/2v7nQzq

via Blogger https://ift.tt/2LHjxoE

via Blogger https://ift.tt/2LPin7G

via Blogger https://ift.tt/2AaELa2

via Blogger https://ift.tt/2OhvY9g

via Blogger https://ift.tt/2LSItGQ

via Blogger https://ift.tt/2AgKeMH

via Blogger https://ift.tt/2NQm3Xd

via Blogger https://ift.tt/2AgyUjr

via Blogger https://ift.tt/2uWjgER

via Blogger https://ift.tt/2NQpc9p

via Blogger https://ift.tt/2LUM9ro

via Blogger https://ift.tt/2AihhQr

via Blogger https://ift.tt/2LEOTfV

via Blogger https://ift.tt/2LVEiKo

via Blogger https://ift.tt/2LxRuZF

via Blogger https://ift.tt/2mOV4je

via Blogger https://ift.tt/2LXmwWY

via Blogger https://ift.tt/2LMDw5s

via Blogger https://ift.tt/2mO8ImG

via Blogger https://ift.tt/2LJ8dIQ

via Blogger https://ift.tt/2mOtZwy

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.