Pelayanan Prima Polri Hadapi Kemajemukan Masyarakat https://ift.tt/eA8V8J
Pelayanan Prima Polri Hadapi Kemajemukan Masyarakat https://ift.tt/eA8V8J
Pelayanan Prima Polri Hadapi Kemajemukan Masyarakat https://ift.tt/eA8V8J
Tribratanews.kepri.polri.go.id – Polisi sering menggambarkan diri sebagai ”pelayan masyarakat.” Ini sudah tepat dan selaras dengan empati. Polisi perlu memahami, mengenal, dan memenuhi kebutuhan warga masyarakat yang dilayani. Yang perlu diusahakan adalah bagaimana supaya anggota polisi setia kepada tugas ini dan tidak menciderai dan menghianatinya. Kalau ada masyarakat yang mendatangi kantor polisi, polisi harus melayaninya sehingga warga masyarakat tersebut merasa dihargai.
Ketika melayani masyarakat, beberapa hal perlu dihindari. Yang pertama, anggota Polri perlu bertindak adil dan tanpa pandang bulu, karena pelayanan terhadap masyarakat memang harus adil dan tanpa pandang bulu. Jika tidak, namanya bukan pelayanan melainkan diskriminasi. Yang kedua, polisi perlu menghindari bias supaya tidak memengaruhi keputusan dan tindakan polisi. Bias tersebut bisa bersumber dari agama, pandangan terhadap golongan atau ras tertentu, atau pandangan terhadap kelompok masyarakat tertentu seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender.
Masyarakat pada umumnya majemuk, terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama dan aliran kepercayaan, kelompok umur, gender, gaya hidup, aliran politik, kebutuhan, status ekonomi dan sosial, dan lain-lain. Selain itu, ada warga masyarakat yang jiwanya sehat, ada yang kurang sehat. Ada yang normal, ada yang berkebutuhan khusus karena menyandang disabilitas.
Polisi perlu memahami berbagai latar belakang masyarakat. Untuk itu, polisi dapat melakukan pemetaan kepelbagaian dan kemajemukan di lingkungan kerja Polri. Hasilnya dibicarakan bersama dan digunakan dalam rangka melaksanakan tugas profesi Polri. Individu dan kelompok yang berbeda di masyarakat harus mendapatkan perhatian dan perlindungan yang setara, sehingga masing-masing berada pada posisi yang terbaik – tidak ada yang mengalami penindasan dan diskriminasi. Dengan demikian, kemajemukan di masyarakat menjadi peluang dan modal membangun kondisi masyarakat yang lebih baik.
from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2DJEB9X
via
via Blogger https://ift.tt/2Rp26ZC
via Blogger https://ift.tt/2AuDgk3
via Blogger https://ift.tt/2rabXHk
Tidak ada komentar