Header Ads

Bahaya Hoax, dan Langkah Bijak Dalam Menghadapi Pesta Demokrasi https://ift.tt/eA8V8J

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Hoax lagi, hoax lagi… Yuk, ikut minimalisir isu hoax!

Indonesia baru akan memasuki tahun politik di 2019, akan tetapi suasana politik sudah terasa pada tahun ini. Banyak sekali spanduk dan ajakan yang dibuat oleh pendukung calon eksekutif maupun legislatif. Mulai dari tagar di sosial media seperti twitter dan instagram serta spanduk-spanduk di jalanan.

Selain melalui ajakan dengan hastag dan spanduk banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat artikel untuk kepentingan menjatuhkan lawan politik. Artikel yang dibuat belum dapat dikonfirmasi kebenaran sehingga menimbulkan polemik dikalangan masyarakat. Hoax, begitulah sebutan di era sekarang.

Bagi yang belum mengetahui, istilah hoax memiliki arti tipuan, menipu, kabar burung, berita bohong, pemberitaan palsu, informasi palsu. Hoax diartikan sebagai usaha untuk menipu atau mengakali sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut mengetahui bahwa berita tersebut adalah palsu (Wikipedia).

Hoax sendiri dapat mengakibatkan kerugian baik psikis ataupun materil. Seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu kasus tentang penembakan Razan al Najjar seorang aktivis kesehatan yang berada di jalur Gaza. Media sosial mengabarkan bahwa Razan ditembak oleh tentara wanita bernama Rebecca. Berita tersebut tersebar sangat cepat di media sosial. Rebecca yang terus mendapat terror dari orang-orang disekelilingnya dan mengetahui bahwa kabar tersebut hoax akhirnya mengklarifikasi bahwa ia tidak melakukan penembakan tersebut dikarenakan ia telah dibebas tugaskan dari penjagaan di jalur Gaza. Setelah adanya klarifikasi tersebut akhirnya muncul pernyataan resmi dari tentara Israel bahwa pelaku penembakan adalah tentara Israel.

Melihat dari kejadian tersebut, kita sebagai pengguna media internet hendaknya lebih selektif terhadap suatu pemberitaan sehingga tidak keliru dalam menyikapi suatu berita dan tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi oknum tertentu. Lalu bagaimana kita menyikapi suatu berita ?

berikut tips cara menghindari hoax :

1. Cek narasumber

Langkah pertama yaitu cek narasumber berita tersebut, apakah narasumber merupakan situs atau orang yang dapat dipertanggungjawabkan tulisannya. Jika tidak lebih baik kita tidak menge-share berita yang kita terima.

2. Antisipasi judul berita yang provokatif

Berita hoax biasa menggunakan judul yang provokatif. Hindari menge-share berita jika suatu artikel tersebut memiliki judul yang bersifat provokatif.

3. Waspada dengan gambar yang dikirimkan

Cek terlebih dahulu gambar yang diterima. Layanan yang dapat digunakan untuk mengecek gambar seperti GoogleImage dapat digunakan untuk mencari kebenaran suatu gambar.

4. Jangan buru-buru sharing

Jika kita menerima berita hendaknya kita tidak langsung terburu-buru untuk men-sharing ke orang lain tanpa kita mengetahui keakuratan berita yang kita dapat.

5. Baca secara menyeluruh

Baca keseluruhan berita yang diterima. Jangan membaca setengah-setngah karena dikhawatirkan kita akan salah menafsirkan beritu tersebut.

Itulah cara agar kita terhindar dari hoax. Sejatinya berita hoax dapat dihindari dengan dimulai dari kesadaran kita untuk mengecek terlebih dahulu keakuratan berita yang kita terima. Di tahun politik ini sebaiknya masyarakat lebih waspada lagi akan suatu berita yang memberitakanan calon eksekutif/legislatif khususnya artikel yang bersifat menjatuhkan dengan begitu tidak akan ada berita yang dapat menimbulkan perpecahan atau keresahan di kalangan masyarakat.

Penulis         : Rexi

Editor           : Edi

Publisher     : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2y1SZpw
via

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.