Header Ads

5 Sifat Pengendalian Sosial, Guna Mencapai Tujuan Sosial Dalam Pengendalian https://ift.tt/eA8V8J

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Berikut 5 Sifat Pengendalian Sosial, Guna Mencapai Tujuan Sosial Dalam Pengendalian :

 

  1. Pengendalian Preventif

 

Jenis pengendalian yang dilakukan sebelum adanya pelanggaran ataupun penyimpangan sosial. Sehingga tujuan dari pengendalian sosial preventif agar dapat mencegah terjadinya pelanggaran kepada nilai-nilai dan norma sosial yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Misalnya saja orang tua yang menasehati anak-anaknya agar selalu bisa menjaga tata kramanya di dalam masyarakat. Sehingga anak akan terus berperilaku baik sesuai dengan nilai dan norma sosial yang ada di masyarakat. Seorang Guru yang menasehati murid-muridnya untuk terus belajar sehingga siswa dapat menjalankan perannya sebagai pelajar baik dan memahami ajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.

  1. Pengendalian Represif

 

Pengendalian sosial represif  merupakan jenis pengendalian sosial yang mana pelaksanaannya dilakukan setelah pelanggaran kepada nilai dan norma sosial terjadi di dalam masyarakat. Tujuan dari pengendalian sosial represif ini adalah agar kondisi dapat pulih kembali seperti sebelumnya sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan normal kembali. Misalnya saja, adanya pemberlakukan tilang kepada pengemudi yang melanggar tata tertib lalu lintas, adanya vonis hukuman bagi terdakwa kriminalitas, pemberian skorsing kepada murid yang membolos sekolah, dan lainnya.

  1. Pengendalian Gabungan 

 

Jenis pengendalian sosial yang merupakan kombinasi preventif dan represif, pengendalian sosial ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mencegah perilaku penyimpangan terjadi serta sekaligus memulihkan kondisi agar dapat normal kembali seperti sebelumnya. Misalnya saja, operasi yustisi yang mana dilakukan kepada seluruh anggota masyarakat, diadakan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan Kartu Tanda Penduduk, dan lainnya.

 

  1. Pengendalian Persuasif

 

Jenis pengendalian sosial yang mana dilakukan dengan cara ajakan, arahan, himbauan, serta bimbingan kepada seluruh masyarakat agar dapat melaksanakan hal-hal yang sifatnya positif. Misalnya adanya himbauan kepada orang-orang yang ada di dalam rumah sakit untuk tidak merokok. Biasanya hal ini menggunakan kalimat-kalimat dengan notasi halus namun sifatnya adalah untuk menghimbau.

  1. Pengendalian Koersif

 

Jenis pengendalian sosial yang mana dilakukan dengan cara ancaman serta kekerasan. Misalnya pengendalian sosial mengenai pembajakan film-film yang sangat sulit untuk diberantas sehingga terdapat kalimat-kalimat yang bersifat mengancam di dalam pengendalian koersif ini semisal “Dilarang keras untuk mengutip, menjiplak, memfotokopi, ataupun memperbanyak di dalam bentuk apapun, baik itu sebagian ataupun keselutuhan dari isi film tanpa adanya izin dari pihak penerbit”.

 

Penulis         : Gilang

Editor           : Edi

Publisher     : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI https://ift.tt/2PzeZ5Y
via

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.