Header Ads

munculnya pergesekan dan ketegangan antar umat beragama

Tribratanews.kepri.polri.go.id. –  Indonesia mengakui adanya 5 agama yang dianut masyarakatnya, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Sungguh suatu keberagaman yang cukup banyak. Apalagi bila ditambah dengan berbagai agama lain yang dianut oleh warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Agama yang dianut warga negara asing selama sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia juga harus dihargai. Sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara, yaitu Pancasila, maka toleransi beragama di Indonesia dikembangkan.

Nilai-nilai luhur pancasila tersebut sesuai dengan sila yang tercantum dalam Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. UUD 1945 pasal 29 ayat 2, menguatkan tentang perlunya toleransi beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Tidak mudah menjalankan toleransi dalam beragama di Indonesia yang bercampur dengan perbedaan suku, dan perbedaan-perbedaan lain yang menjadikannya semakin beragam. Beberapa kali terdengar pergesekan antar umat beragama di Indonesia.   Yang dengan semangat persatuan dan kesatuan masih bisa diatasi.  Beberapa penyebab munculnya pergesekan dan ketegangan antar umat beragama antara lain, sebagai berikut:

  • Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh pemeluk agama tentang agamanya sendiri dan agama orang lain, sehingga yang sering adalah salah mengambil sikap.
  • Tidak adanya pemahaman yang jelas tentang memegang teguh keyakinan beragama dan toleransi.  Misalnya, pemahaman toleransi dalam beribadah adalah membiarkan orang ayng beragama berbeda menjalankan ibdahnya, tidak termasuk ikut serta dalam ibadah satu perayaan agama orang lain.
  • Sifat dari setiap agama yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah, berarti dapat mengajak orang lain atau menasehatinya untuk memeluk agama yang dianutnya.  Selama hal tersebut tidak dilakukan dengan memaksa dan tidak dengan menghina agama lain dan penjelasan yang sesuai logika, maka tidak akan menimbulkan ketegangan.
  • Kurangnya saling menghargai dalam perbedaan pendapat, sehingga terkadang emosi ikut terbawa dalam perdebatan yang tidak sehat. Saling mencurigai antar contoh sikap toleransi antar umat beragama yang berlebihan.
  • Para pemeluk agama yang tidak dapat mengontrol diri sehingga dapat memandang rendah agama orang lain. Misalnya, ketidaksetujuan atas ajaran agama orang lain yang dilakukan dengan cara mencaci maki.

Untuk menghindari hal-hal di atas maka wujud toleransi harus lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Setiap umat beragama hendaknya dapat memahami agamanya lebih baik, sehingga akan lebih baik pula bersikap terhadap orang yang berbeda agama.  Persatuan di atas perbedaaan atau pluralitas hanya dapat tercapai jika masing- masing kelompok yang berbeda dapat saling berlapang dada.  Manfaatnya pun untuk kehidupan diri kita sendiri. Manfaat tersebut antara lain:

Setelah secara rinci kita memahami makna toleransi, sebab-sebab terjadinya pergesekan antar contoh sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia, dan manfaat toleransi beragama secara umum, sebaiknya kita mengetahui wujud nyata toleransi dalam beragama. Hal ini diperlukan, agar kita lebih mengetahui dan dapat melaksanakan toleransi beragama dengan lebih mudah.

Penulis    : Rexi

Editor       : Edi

Publish    : Tahang



from TRIBRATANEWS POLDA KEPRI http://ift.tt/2BQuj4P
via IFTTT

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.